IBX5AE02DED33218

Inilah Yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Kita Berpuasa

Umat muslim diharuskan untuk memberi batas makanan, minuman, dan kelaziman merokok ketika sedang berpuasa. Di luar sisi agama, ada sejumlah pertanyaan yang timbul mengenai puasa, terutama tentang apakah puasa bermanfaat untuk kesehatan dari sisi medis. Bagi menjawabnya, anda harus mengenal hal-hal apa saja yang terjadi di dalam tubuh sekitar kita berpuasa.

Berpuasa

Perubahan gaya hidup sekitar sebulan sarat ini, baik pola makan, tidur, dan kegiatan fisik sehari-hari, menyebabkan tidak sedikit perubahan di tubuh, dari mulai evolusi fisiologi (berhubungan dengan komposisi tubuh dan faedah organ), hematologi (berhubungan dengan darah dan cairan), dan biokimia darah (berhubungan dengan elektrolit tubuh). Kita menyebutnya sebagai “fisiologi berpuasa.”

Bagaimana puasa dapat menurunkan berat badan dan kolesterol?
Perubahan yang terjadi di dalam tubuh ketika berpuasa bakal berbeda-beda, tergantung dari lamanya anda berpuasa. Secara teknis, tubuh baru masuk ke “fase puasa” sesudah 8 jam dari santap terakhir, di mana usus berlalu menyerap sekian banyak macam nutrisi dari makanan. Pada situasi normal, glukosa tubuh tersimpan di liver dan otot sebagai sumber energi utama. Selama puasa, penyimpanan glukosa berikut yang dihanguskan kesatu guna memasok energi untuk tubuh kita, sehingga saya dan anda bisa melakukan pekerjaan seperti biasa. Setelah penyimpanan ini habis, lemaklah yang menjadi sumber energi selanjutnya. Meskipun sebenarnya, penyimpanan glukosa di liver tidak dikuras penuh, masih ada saldo sebagai cadangan energi bila diperlukan sewaktu-waktu dan melakukan faedah lainnya di dalam liver.

Jika puasa dilaksanakan berkepanjangan, tubuh terpaksa memakai protein sebagai sumber energi. Penggunaan protein sebagai sumber energi ialah tidak sehat. Hal ini disebabkan protein yang dibagi berasal dari otot, sampai-sampai otot lama kelamaan menjadi kecil dan lemah. Namun, pada puasa Ramadan, kita melulu berpuasa selama tidak cukup lebih 13-14 jam, tepat di waktu peralihan sumber energi dari glukosa liver ke lemak, sebagai sumber energi kedua. Puasa Ramadan tidak mengakibatkan pemecahan protein, sampai-sampai komposisi otot anda tidak akan berkurang. Penggunaan lemak ini sangat berfungsi dalam penurunan berat badan sekaligus penurunan kolesterol darah. Penurunan berat badan mengakibatkan kontrol diabetes yang lebih baik dan menurunkan desakan darah. Sedangkan penurunan kolesterol darah menghindarkan seseorang dari sekian banyak penyakit metabolik laksana obesitas, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Benarkah puasa merangsang proses detoksifikasi?
Proses detoksifikasi pun terjadi dalam tubuh ketika puasa. Berbagai macam toksin (racun) yang tersimpan dalam lemak terbelah dan bisa dikeluarkan dari tubuh. Setelah sejumlah hari berpuasa, terdapat hormon yang meningkat yakni endorfin. Hormon yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan ini mengakibatkan perbaikan kewaspadaan, daya kognitif, dan kesehatan mental.

Namun, pembatasan asupan cairan dapat menyebabkan tubuh anda kehilangan sejumlah elektrolit tubuh. Sebuah riset Attarzadeh Hosseini SR et al (2013) mengindikasikan bahwa ada penurunan komposisi air dan potasium sekitar puasa. Namun, pembatasan cairan ini telah tergantikan oleh faedah ginjal yang sangat tepat guna mengatur ekuilibrium cairan dan elektrolit, sehingga anda tidak jatuh pada suasana dehidrasi sekitar menjalankan ibadah puasa.

Yang terjadi pada organ tubuh ketika kita berpuasa

Nah, guna melihat sejumlah perubahan faedah organ sekitar kita puasa, yuk, anda perhatikan keterangan berikut ini.

Mulut
Produksi kelenjar air liur tetap bekerja untuk menangkal mulut jatuh pada situasi kering. Hal ini guna menurunkan bisa jadi bau mulut.

Lambung
Produksi asam lambung menurun. Hal ini untuk menangkal terkikisnya dinding lambung oleh asam sebab tidak adanya makanan yang digiling, sampai-sampai luka lambung bisa terhindarkan.

Liver
Memecah penyimpanan glukosa sebagai sumber energi kesatu.

Kantung empedu
Memekatkan cairan empedu guna persiapan metabolisme lemak pada ketika berbuka.

Pankreas
Dalam suasana normal, pankreas bermanfaat memproduksi insulin, suatu hormon yang merubah glukosa dari makanan supaya dapat ditabung sebagai cadangan energi. Selama puasa, buatan insulin berhenti dan hormon ini memberitahu liver guna memecah penyimpanan glukosa yang terdapat pada liver. Produksi digestive juice juga menurun.

Usus kecil
Produksi olahan makanan berhenti, proses penyerapan nutrien berhenti dan melulu ada gerakan reguler usus kecil tiap 4 jam.

Usus besar
Penyerapan air dikontrol guna menjaga ekuilibrium cairan.

Agar tetap sehat ketika puasa

Asupan makanan dan minuman yang sebanding memegang peranan yang urgen selama puasa. Untuk menangkal pemecahan protein otot, asupan makanan anda usahakan terdiri dari makanan sumber energi, seperti lumayan karbohidrat dan lemak. Asupan dua zat ini tidak boleh tidak cukup ataupun berlebihan, sebab akan memprovokasi proses fisiologi puasa. Begitu juga asupan cairan, khususnya konsumsi air putih. Konsumsi air yang lumayan yaitu 2500 ml/24 jam atau setara 8 gelas air/hari menolong ginjal supaya tidak bekerja berlebihan. Dengan mengetahui perubahan tubuh sekitar puasa, kita dapat dengan arif memenuhi keperluan tubuh kita. Selamat berpuasa sehat.

0 komentar:

Post a Comment